page contents
 
Lena Munzar 

Penyerapan kosa kata asing ke dalam bahasa indonesia, ada yang di serap utuh dan tidak utuh. Bagaimana status kosa kata tersebut, apakah termasuk kedalam kosa kata baku bahasa indonesia dan masuk dalam KBBI? Atau masih dalam kamus bahasa asing?
Contoh kosa kata: mall, plaza, shoping.. Dll

o   

Uum G. Karyanto 
Ada empat cara atau teknik penyerapan kata dari bahasa asing: (1) adopsi, (2) adaptasi, (3) penerjemahan, dan (4) kreasi. Cara adopsi mengambil apa adanya dari bahasa sumber, baik lafal maupun ejaannya. Contoh: incumbent, status quo, hole in one. Cara adaptasi menyerap kata dengan penyesuaian ejaan sesuai ejaan bahasa Indonesia. Contoh: communication (Inggris) => komunikasi, cadeu => kado, Ramadhan => Ramadan. Cara penerjemahan mengambil konsep yang terkandung di dalam sebuah kata asing lalu mencari padanannya dalam bahasa Indonesia. Contoh: scanning (Inggris) => pindaian, post graduate (Inggris) => pascasarjana, haute couture (Perancis) => adibusana, track record (Inggris) => rekam jejak. Cara kreasi sejenis dengan cara penerjemahan, tetapi bersifat lebih bebas tanpa mengubah konsep yang terkandung di dalam kata dalam bahasa sumber. Contoh: shuttle (Inggris) => ulang-alik, rijsttafel (Belanda) => santapan nasi, dark bluish green (Inggris) => indranila. Catatan: incumbent sedang diupayakan (termasuk oleh kita yang tergabung di grup ini) untuk diterjemahkan menjadi 'petahana'. 

o   

Uum G. Karyanto 
Kata-kata yang diserap dengan cara adaptasi, penerjemahan, dan kreasi masuk ke dalam kosa kata bahasa Indonesia. Kata yang diserap dengan cara adopsi tetap diperlakukan sebagai kata dari bahasa asing. Konsekuensinya, kata tersebut ketika digunakan di dalam teks tertulis bahasa Indonesia harus ditulis dengan huruf miring.

o   

Uum G. Karyanto 
Kata 'mall' telah diserap dengan cara adaptasi menjadi 'mal'; 'plaza' tetap 'plaza'; shopping 'kan sudah ada padanannya: 'berbelanja'. Kata 'plaza' dapat dikatakan unik karena baik dengan cara adaptasi maupun adopsi hasilnya tetap sama, yaitu 'plaza'. Hal ini mungkin sekali karena terdapat kesamaan sistem ejaan (ortografi) untuk bunyi-bunyi yang terdapat pada kata itu dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

o   

Efin Gustrizali 
Kalau boleh menambahakan. pengambilan anasir asing baik dalam bentuk kata atau istilah ke dalam bahasa Indonesia juga harus sesuai dengan beberapa hal,antara lain:
1. Kata atau istilah asing yang akan diambil dan digunakan adalah kata atau istilah yang tidak ada padanannya dalam bahasa Indonesia.
2. Kata atau istilah asing yang akan diambil dan digunakan dirasakan lebih ringkas penggunaannya dibandingkan kata asalnya dalam bahasa Indonesia.


 


Comments

10/04/2012 11:11pm

Thanks for information

Reply
inda pratiwi
11/09/2012 5:56am

sangat membantu :D

Reply



Leave a Reply