page contents
 
Oleh Yadhi Rusmiadi Jashar di

  Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (2009: 56), arkais berarti 1) berhubungan dengan masa dahulu atau berciri kuno, tua; 2) tidak lazim dipakai lagi (tentang kata). Beberapa pengarang cerpen kontemporer, seperti Benny Arnas dan Guntur Alam, sering menggunakan kata-kata arkais dalam karya mereka. Penggunaan kata-kata arkais ini, terutama dalam karya sastra, setidaknya menghidupkan dan mengenalkan kembali kekayaan kosakata bahasa Indonesia. Dalam kalimat "Lelaki yang kepalanya dipenuhi api itu ingin sekali mengasam pemuda yang merengap tak keruan di depan hidungnya." Terdapat kata arkais, yaitu “mengasam” dan “merengap”.

Kata "mengasam" dan "merengap" merupakan kata yang jarang sekali digunakan, baik dalam karya sastra kontemporer mau pun ragam bahasa resmi. Kata "mengasam" berasal dari bentuk dasar "kasam" yang berarti membalas dendam sedangkan "merengap" memiliki arti mengap-mengap; mengah-mengah (lelah dan sebagainya).

Cermati pula penggunaan kata-kata arkais dalam cuplikan cerpen berikut. “Malam yang tak biasa. Aku menghidu aroma yang tak biasa. Aroma yang membuat diriku dicekam rasa takut yang tak biasa. Giris. Di kejauhan suara burung malam bergaok-gaok, bersahut-sahutan. Sungguh tak biasa. Bungkas sudah nyaliku. Ciut.”

Berikut ini kata-kata arkais yang diambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia.

A

ahkam = hukum, undang-undang

anggara = buas; liar

anju = 1. percobaan hendak melangkah, melompat, dsb.; ancang-ancang; 2. maksud; tujuan.

B

bad = angin

bagul = menggendong; mendukung

bahalan = bengkak bernanah pada selangkangan

balabad = 1. atas angin; 2. angin darat; angin pegunungan

banang = besar pada jenisnya

bedegap = kuat; tegap

begu = hantu hutan

belabas = kain sutra berbenang emas

belangah = terbuka lebar-lebar; ternganga; menganga

belu belai = 1. banyak mulut; cerewet 2. kata-kata lembut dan manis

bembarap = tandu untuk mengangkat orang

bengah = 1. dalam keadaan duduk dengan menegakkan badan dan kepala; 2. sombong; angkuh; pongah

benyai = terlalu lembek; terlalu lunak (seperti nasi yang terlalu banyak airnya)

berenggil = menonjol (tersembul) ke luar (seperti mata kepiting, biji jambu monyet)

berus/memberus = sikat/menyikat

bocok = kelambu penutup buaian bayi

bokoh = lemah; lembik

bungar = pertama kali keluar (tentang telur, buah, bunga, dan sebagainya)

buar= suka menghamburkan uang; boros; royal

bungkas = terjungkit pada ujungnya atau pada pangkalnya

boyas = buncit; gendut

bungsil = putik nyiur; mumbang

buntal = gembung; buncit

buldan = negeri; kota

bujut = kusut (benang, rambut, dan sebagainya)

C

cabar = 1. hilang dayanya; tidak manjur (tentang guna-guna dsb.); 2. tawar otentang hati, keberanian) 3. kurang ingatan; lalai; lengah; 4. kurang (tidak) hemat

cacil = amat kecil (jika dibandingkan dengan pasangannya atau yang lainnya)

caduk (mencaduk) = mengangkat atau menaikkan (kepala, ujung belalai, dsb.)

cagut (mencagut) = memagut; mencatuk; mematik

caring (mencaring)= melanggar (hak)

celapak (mencelapaki) = mengangkangi

celih = malas-malas; segan-segan

celuk = 1. memasukkan tangan untuk mengambil sesuatu; 2. mencopet; mencuri

cempelik = permainan judi dengan dua keping mata uang yang dilemparkan ke atas

cempera (bercempera) = pecah belah; berhamburan; bercerai-berai

cempiang = pendekar; jagoan

cengis = berbau sangat sangit

cerabih (mencerabih) = bercakap-cakap tidak keruan; banyak omong; berseloroh

ceratai (mencerataikan) = meceritakan (mempercakapkan dengan ramai

cerling = melihat ke sebelah kanan atau kiri; menjeling; mengerling

cerut = mebelit (mengikat dsb.) erat-erat (seperti ular besar membelit mangsanya)

cetai (bercetai-cetai) = robek panjang di beberapa tempat (tentang kain dsb.); cabik-cabik; koyak-koyak;

cicik = jijik

cilap = kelip; kedip

cogok (tercogok) = tertegak; terconggok

cola cala = bercakap (bercerita) yang bukan-bukan; beromong kosong; membual

colang-caling = tidak teratur; tidak keruan;

comor = kotor sekali

D

daduk (mendaduk) = mengemis

damal = maju perlahan-lahan (tentang kapal)

dangkar (mendangkar) = menggulung

dawat = tinta

dayus = hina budi pekertinya

dedar = berasa panas (tentang badan)

dedau = berteriak (menjerit) nyaring-nyaring

demap = rakus

derana = tahan dan tabah menderita sesuatu (tidak lekas patah hati, putus asa, dsb.)

dergama = fitnah

E

embal = belum kering benar, lembab

empul = terkatung-katung tidak dapat maju (tentang perahu)

erot (mengerotkan) = memencongkan (mulut)

G

gerbas-gerbus = berbunyi berdesau-desau

geracak = berbunyi seperti air menggelegak

giris = ketakutan; sangat takut

goak, bergoak-goak = berteriak keras-keras, berkoar-koar

gumbuk, menggumbuk = membujuk

H

hamun = caci maki yang sangat kasar; sumpah serapah

hidu (menghidu) = mencium (bau), membaui

hembalang, berhembalang = berguling-guling; pontang panting

I

ikhbar = penyampaian berita, pengabaran

ili, mengili = menyelamatkan diri ke tempat yang aman; mengungsi

inca = kacau

inca-binca = kacau balau

incit = enyahlah, pergilah

mengincitkan = mengusir, mengenyahkan, menghalau

J

jamadat = benda padat yang tidak bernyawa, seperti batu, kayu

jampuk, menjampuk = memotong (menyela) pembicaraan orang

jamung = suluh yang dibuat dari daun nyiur kering ; obor

jangak = tidak senonoh tingkah lakunya, risau; cabul

jangkih-mangkih = tidak keruan atau tidak teratur; terserak-serak; jongkang-jangking

jelabak, terjelabak = roboh; runtuh

jelanak, menjelanak = menyelinap (menyuruk, merayap) di bawah dedaunan dsb.

jelangak, menjelangak = mendongak

jelau, menjelau = menjenguk

jendera = nyenyak (tentang tidur); lena

jengking, menjengking = menungging

jerangkah = bercabang-cabang

jujut, menjujut = menarik (tali dsb.)

K

kabir, mengabir = meraih, mengayuh dengan satu pengayuh

kadera = 1. kursi; 2. tandu; usungan

kaftan = baju panjang

kalakian = ketika itu; lalu; kemudian

kalar = leher baju

kanjal = terhenti karena terhalang dsb.

karut, berkarut = kusut; kacau tidak keruan

karut-marut = 1. kusut (kacau) tidak keruan; rusuh dan bingung (tentang pikiran, hati, dsb.); banyak bohong dan dustanya (tentang perkataan dsb.); 2. berkerut-kerut tidak keruan (tentang muka, wajah, dsb.)

mengarut = mengusutkan; mengacaukan; membuat rusuh tidak keruan; 2. berkata tidak keruan; berbohong

kasam = dendam kesumat

mengasam = membalas dendam

katah, terkatah-katah = terguling-guling; terpelanting

kayai, mengayaikan = menguatkan diri untuk berdiri

kecumik = mulut yang bergerak-gerak tanpa mengeluarkan suara

berkecumik = berkomat-kamit

kedau, mengedau = berteriak (minta tolong dsb.)

kekas, mengekas = mengais (tentang ayam)

kelambur = berkerut-kerut; kisut

keranta = kutu yang tampak pada tubuh orang yang (akan) mati

keriau, berkeriau = berteriak; memekik-mekik

kesut, terkesut-kesut = susah dan ketakutan

kincau, mengincau = mengaduk; mencampur

kinjat, terkinjat = terloncat; tersentak; terperanjat

kipai, mengipaikan = mengibas-ngibaskan (ekor)

kusat-mesat = sangat kusut

Osa
8/30/2013 07:13:46 pm

Terima kasih atas kumpulan-kumpulan kata-kata arkaisnya. Para munsyi juga gemar sekali mengunakan kata-kata arkais. Saya juga sangat menyukai kata-kata ini karena suasana katanya yang memberikan kesan identitas budaya nusantara. Alangkah lebih baiknya jika pemangku kebijakan bahasa menggali lagi kata-kata arkais ini untuk digunakan kembali ketimbang menyerap istilah-istilah asing yang disesuaikan ejaannya dengan lidah lokal.

Saya penasaran, apakah ada buku yang khusus menghimpun kumpulan kata-kata arkais nusantara ini? jika ada saya sangat ingin mendapatkannya. Terima Kasih

Reply
Hafiz
10/9/2016 05:29:14 am

Terimakasih ata post nya 😊, anda sungguh membantu saya dalam tugas yang saya kerjakan.

Sekali lagi terimakasih banyak

Reply
oldlex
11/20/2016 03:37:15 am

makasi min, sangat membantu :))

-olx

Reply
IviAlvaM
12/4/2016 03:58:13 am

Terimakasih sangat membantu 😊

Reply



Leave a Reply.